Toko Pasutri

Senin, 14 Januari 2013

Tunda Potong Tali Pusar 3 Menit Kurangi Risiko Anemia Pada Bayi

0 komentar
Tali pusar biasanya langsung dipotong ketika bayi dilahirkan. Tapi peneliti menyarankan menunggu 3 menit sebelum dipotong untuk mengurangi risiko anemia defisiensi besi pada bayi.

Para peneliti melaporkan dalam British Medical Journal (BMJ) untuk menunda penjepitan atau pemotongan tali pusar setelah bayi dilahirkan untuk mengurangi risiko bayi mengalami anemia defisiensi zat besi tanpa efek samping yang besar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang telah memberikan pedoman dalam pemotongan tali pusar beberapa tahun lalu, tapi tidak ada pedoman formal mengenai kapan tali pusar harus dipotong.

Secara global, sekitar seperempat anak-anak prasekolah mengalami anemia defisiensi zat besi. Hal ini adalah masalah kesehatan yang signifikan karena bisa membahayakan perkembangan otak anak akibat adanya keterlambatan perkembangan saraf.

Solusi sederhana yang diungkapkan peneliti adalah memastikan bahwa bayi mendapatkan awal kehidupan yang baik dengan memaksimalkan darah dan zat besi yang berasal dari plasenta, seperti dikutip dari BBCNews, Rabu (16/11/2011).

Berdasarkan studi yang melibatkan sekitar 400 bayi diketahui menunggu 3 menit sebelum penjepitan tali pusar pada saat kelahiran bisa meningkatkan volume darah bayi yang baru lahir sekitar sepertiganya.

Hasilnya bayi yang mengalami penundaan penjepitan tali pusar memiliki kadar zat besi yang lebih baik saat berusia 4 bulan dan jauh lebih kecil kemungkinannya menderita anemia, serta tidak ada efek kesehatan yang merugikan.

Peneliti memperkirakan setiap 1 bayi yang tertunda penjepitan tali pusarnya bisa mengurangi 1 kasus kekurangan zat besi. Tapi hal ini harus tetap mempertimbangkan standar perawatan untuk kelahiran tanpa komplikasi. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sabtu, 12 Januari 2013

Perlukah Pakai Sabun Tiap Kali Bayi Ganti Popok?

0 komentar
Hampir semua bayi menggunakan popok baik yang sekali pakai atau yang bisa dicuci dan dipakai berkali-kali. Saat ganti popok ada yang perlu membilas dengan sabun ada juga yang cukup pakai waslap basah. Sebenarnya perlukah menggunakan sabun setiap kali bayi ganti popok?

"Hal ini tergantung dari kondisi popoknya, jika area popok bersih tanpa kotoran apapun, maka tidak harus menggunakan sabun," ujar dokter anak David Geller yang mendapat sertifikat dari American Academy of Pediatrics.

Namun jika ada kotoran bayi di popok yang perlu dibersihkan, maka gunakan waslap basah atau handuk yang lembut dengan atau tanpa sabun. Jika memang ingin menggunakan sabun maka pastikan tidak mengandung bahan yang bisa memicu alergi pada bayi.

"Bisa juga menggunakan tisu basah, kebanyakan tisu sangat hypoallergenic dan tidak mengiritasi kulit bayi. Pastikan tisu ini tidak diberi wewangian dan bebas alkohol," ungkapnya.

Geller menuturkan saat menggunakan tisu, usaplah dengan lembut karena jika terlalu sering atau keras bisa menyebabkan iritasi. Jika terjadi iritasi pada kulit maka biarkan terlebih dahulu hingga kulit sembuh dan ketahui penyebabnya apakah karena sabun, bahan dari popok atau kandungan dalam tisu basah.

Saat membersihkan atau menyeka selalu dari arah depan ke belakang agar tidak menyebarkan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi saluran kemih, serta jangan lupa membersihkan daerah lipatan seperti di bokong. Lalu tunggu hingga kering sebelum memakaikan popok kembali agar tidak memicu ruam di kulit.

Ruam popok merupakan kondisi yang sering dialami bayi, meski tidak berbahaya tapi sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika ruam berlangsung lebih dari 2 hari atau semakin parah.

Untuk mencegahnya gantilah popok secara teratur terutama setelah buang air besar, lalu usaplah dengan lembut (jangan digosok) dan gunakan salep untuk mencegah atau menyembuhkan ruam. Jika memungkinkan biarkan bayi tanpa popok pada hari-hari tertentu. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Bayi News. Info Seputar Ibu Hamil, Anak, Bayi dan Balita...